Mengenal pemikiran Edmund Husserl Fenomenologi
Dalam mempelajari
fenomenolog Edmund Husserl melakukan beberapa penelitian. Penelitian tersebut
dimulainya pada saat menjadi dosen (Privatdozen) di Halle. Dengan
penelitian filsafat matematika. Namun 10 tahun kemudian penelitian tersebut
mendapat kritikan oleh G.Frege seorang ahli filsuf dan matematikus ternama.
Sehingga Edmund melakukan penelitian lagi tentang logisce untersuchungen
(logika) pada masa itu adalah awal kemasyhuran fenomenologinya sehingga dikenal
banyak orang. dalam penelitian tersebut Edmund mengkritik dan menolak
psikologisme dalam filsafat tentang logika. Sehingga menerangkan bahwa
psikologisme dimaksudkan percobaan menerangkan hukum-hukum logika yang
berdasarkan hukum-hukum psikologis. Namun menurut psikologisme adalah sebuah
keharusan logis yang tidak lain daripada keharusan yang menandai cara berpikir
kita. Sehingga psikologisme menentukan bahwa asal dari logika adalah psikologi.
Pada tahun 1901 ia
diangkat sebagai professor di Universitas Gottingen. Sewaktu ia mengajar disana
pemikiran fenomenologisnya mencapai puncak kematangan. Dan dikenal sebagai
pendiri aliran fenomenologi yang berhasil mempengaruhi filsafat kontemporer
secara mendalam. Sehingga banyak menghasilkan penelitian yang menguatkan ilmu
fenomenologisnya.
Fenomenologi
adalah ilmu filosofis yang mengambarkan segala pengalaman manusia yang bersifat
realistis. Dalam fenomenologi diartikan bahwa tidak ada pemisah antara
seseorang dengan realitas yang ada. Edmund juga mengatakan bahwa
kesadaran(intensionalitas) adalah sebuah dasar dari filsafat. Edmund juga
mengatakan bahwa pokok filsafatnya adalah fenomena dan intensionalitas dan
berkaitan dengan konstitusi yang menampakkan fenomena-fenomena kepada kesadaran
(suatu proses yang historis)
Huserl
mengungkapkan ciri-ciri ilmu rigorus yang menjad dasar fenomenologi adalah
tanpa keraguan (apodiksi), tetap (absolut). Dalam fenomenologi kita tidak
bertolak belakang dengan dunia, sebaliknya realitas material ditemui dalam
suatu perspektif baru yaitu sebagai korelat bagi kesadaran.
sumber : sejarah filsafat kontemporer jerman dan inggris : K.Bertens; Gramedia Pustaka Jaya, Jakarta 2014.
#filsafatKontemporer #EdmundHuserl #TeoriSosialKritis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar